mmmmm..... Liburan ^^
(Buletin El-Marjan [Edisi. 10/Th. II)
Oleh: Abid Ramadhan [RDM13]
Libur telah
tiba.. horee..
Alhamdulillaah, liburan yang ditunggu tunggu tiba. Siapasih yang gak mau libur
atau gak senang kalau musim libur tiba? Masa yang dinanti nanti oleh kita para
pelajar dan tentunya oleh para pekerja juga. Bagi kita pelajar, dalam menjalani
rutinitas belajar sehari hari disekolah, dari pagi sampai sore, senin sampai
jum’at pasti lelaah badan dan pikiran, belum lagi ditambah les or bimbel diluar
sekolah. Dan liburan, datang sebagai obat darinya. Haha. Wiih.. liburan sudah
seperti sirup dingin penyegar dehh, dikala haus disaat cuaca panas menggiring
menuju dehidrasi. Yap, ialah kebutuhan kita untuk menghibur diri atau merefresh
diri setelah bergelut dengan rutinitas yang padat keseriusan.
Islam pun sangat menganjurkan kita untuk seimbang
dalam hidup. Serius mencari pahala Allah, namun tetap memperhatikan kebutuhan
diri. Menuntut ilmu wajib dari masa
di gendongan sampai ke liang lahat, namun kita juga butuh refreshing, betul?
Yapp, kita memang butuh hiburan atau refreshing tapi yang secukupnya aja, oke!?.
Keseriusan yang terus menerus tidak menjadikan diri kita baik, apalagi hiburan
atau refreshing yang terus menerus.
Mari
kita simak sabda Rasulullah
yang memperingatkan kita agar bersikap
seimbang dan tidak memberatkan diri: “Sesungguhnya
agama ini mudah. Tiada orang yang memberatkan diri dalam urusan agama, kecuali
ia akan dikalahkan. Maka mudahkanlah, mendekatlah, bergembiralah, dan gunakan
sebaik mungkin waktu pagi, waktu sore dan sebagian waktu malam kalian -untuk
memperbanyak kebaikan-.” (HR.
Bukhari)
Imam
An-Nawawi mengomentari hadits ini seraya berkata: “Orang yang memberatkan diri dalam masalah agama
akan dikalahkan oleh agama itu sendiri, ia nantinya akan bosan melaksanakan
amalan agama. Gunakan waktu giat kalian untuk taat kepada Allah dengan
melaksanakan beragam amal kebaikan. Gunakan saat suasana hati kalian lagi fress
untuk meraskan kenikmatan ibadah, sehingga kalian tidak akan merasa bosan, dan
kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan.”
Take
it easy, Sobat! Bila waktunya serius, maka seriuslah, dan bila
tiba waktunya untuk refreshing (ketika mulai jenuh) segeralah refreshkan
diri, jangan biarkan kejenuhan bertahan dalam diri kita.
Dengan
kejenuhan yang bertahan dalam diri kita, ia dapat melempar kita jauh (menjadi
bosan) dari rutinitas kita.
So,
sobat yang doyan banget belajar atau kerja, pahami dirimu yaa. Tau kapan hati
dan jiwa nya butuh penyegaran, jangan memaksakan diri dalam keseriusan. Keseriusan yang terus menerus tidak menjadikan
diri kita baik.
Dan,
sobat sobat yang doyan main atau menghibur diri terus, lebih gak baik lagi
tuhh. Hiburan, memang kebutuhan kita, tapi bukan alasan untuk menghibur diri
terus menerus. Ya masa iyaa sihh, kita jenuh tiap hari? tiap jam? Tiap menit?
Kalau setiap hari okelah, namun dengan seimbang yaa, antara tingkat
kejenuhannya dengan hiburannya. Dan perlu diingat, bila kita menghibur diri,
kemudian belum merasa cukup dan belum belum merasa cukup, hati hati, bisa jadi
itu udah terlalu pw dalam menghibur
dirinya dan jadi males untuk kembali ke rutinitas. Bahaya tuh, Sobat. Awalnya
kebutuhan, kemudian jadi melenakan atau melalaikan.
Ada
tiga efek dari liburan atau refreshing. Yang pasti adalah diri kita ter refresh, ya pastilah mas!
Yang pertama, kebutuhan terpenuhi dan
bernilai ibadah.
Yang kedua, kebutuhan terpenuhi aja.
Yang ketiga, kebutuhan terpenuhi dan
membawa dosa.
Bagaimana bisa dari kebutuhan menjadi
pahala? Bisa dong. Suatu kebaikan apabila diiringi dengan do’a dan pengikutan
terhadap ajaran Rasulullah
akan bernilai ibadah dimata Allah. Yang
bagaimana contohnya? Yang pastinya refreshingnya tidak melebihi kebutuhan.
Kemudian yang tidak menyalahi syariat Islam.
Kalau kebutuhan terpenuhi saja,
seperti kata Imam An-Nawawi : “Rehatkan
jiwa kalian dari rutinitas ibadah, dengan melakukan hal yang dibolehkan, yang
tidak ada dosa tapi juga tidak berpahala.”
Yang penting tidak membawa keburukan dibalik alasan kebutuhan. Sekedar
mengerjakan yang mubah(boleh)
saja untuk merefreshkan diri.
Dan kebutuhan terpenuhi dan membawa dosa ini yang buruk, yang harus
diwaspadai dihindari! Waktu liburan kita
panjang kan? Satu tahun lho.. dari 2013 sampai 2014, yea ga? Itu berarti kita
punya waktu luang banyaak. Bukankah waktu luang ini adalah nikmat dari Allah
? Nikmat yang Allah berikan
janganlah kita sia-sia kan, apalagi malah menjadikannya pembawa dosa untuk diri
kita sendiri.
Rasulullah
pernah bersabda berkaitan dengan
nikmat yang satu ini : “Ada
dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu darinya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no. 6412)
Ya, kebanyakan
orang tertipu dan malah bukan makin membaik dengan adanya kesempatan pada waktu
luang (liburan). Apalagi kita remaja. “Remaja
+ waktu luang = permulaan maksiat. Oleh karena itu rencanakan waktu luang anda
denganaktifitas yang bermanfaat. Karena syaithan juga merencanakan sesuatu
terhadap anda.” Ini saya kutip dari saudara kita sesama agen dakwah. Ya
memang benar, karena remaja, sifat umum nya kebanyakan yang masih suka terbawa
dan sangat rentan terhasut bisikan bisikan syaithan.
Banyak
orangtua mengeluh, ketika liburan anaknya malah malas malasan dirumah. Ada yang
sekolah libur, bantu orang tua libur juga. Ada yang hari libur, minta ongkosnya
lebih banyak daripada hari sekolah. Atau
malah main gak jelas diluar rumah tanpa sepengetahuan orangtua dan pulang
pulang membawa masalah. Dan berbagai macam kasusnya. Naudzubillaah...
Masa
liburan, daripada menyusahkan orangtua, mending birrul walidain aja deh
dapat pahala. Kita bantu bantu orang tua kita dirumah, atau ajak orangtua
berlibur bersama. Karena di saat kita aktif sekolah kita sedikit waktu untuk
bersama orangtua. Mumpung libur, waktu luangnya banyaak, mengapa tidak? Katanya
I love mom and dad ?
“Seorang hamba pada hari kiamat
tiada melangkahkan kedua kakinya sehingga ditanyakan kepadanya empat perkara,
yaitu tentang umurnya dohabiskan untuk apa, tentang ilmunya diamalkan untuk
apa, tentang hartanya dari manadiperolehnya dan untuk kepentingan apa
dihabiskan, serta masa muda dihabiskan untuk apa.” (HR. At Tirmidzi)
Ingat
sobat, semua yang kita kerjakan akan dimintai pertanggung jawabnya di depan
Sang Pencipta. Dan tiada lagi daya upaya kita untuk berdalih/ngeless
seperti saat didunia kepada penagih hutang. Bila amalan kita baik, InsyaAllah
masuk syurgaNYA deh.. Aamiin.. Namun, bila amalan kita buruk.. gedebug~
jatuhlah kita ke neraka yang siksanya amat pedih. Hiii.... gak mau kan? Saya
juga gak mau.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal shaleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk
kesabaran.” (Qs. Al ‘Ashr[103]:1-3)
Apakah
kita termasuk golongan yang merugi? Atau golongan yang beruntung?
Pada
masa liburan ini, alangkah baiknya kita menghindarkan diri dari kegiatan yang
sia sia. Apalagi yang sudah kelas xii, mempersiapkan untuk UN dan perpindahan
masa (masa sekolah menuju kuliah atau kerja). Dan yang kelas x dan xi
mempersiapkan diri untuk prakerin dan meningkatkan nilai danatau prestasi untuk
kelak mendaftar kuliah atau melamar kerja.
Penyesalan itu
selalu datangnya terakhir, sobat! Kata pak Mario: “Ya Iyalah.., kalau lebih
awal, namanya pendafatraan”
Sobat! Sebelum
kita mendapati diri kita menyesal, sebelum nasi menjadi bubur, sebelum matahari
terbit dari barat. Kerjakan yang bermanfaat sebelum itu itu semua, dan pikirkanlah
dalam perencanaannya.
Dan
dalam acara liburan, patut kita pikirkan supaya tiada penyesalan diakhirnya..
apakah sudah menyiapkan kegiatan kegiatan yang akan
dilakukan?
Sudah kah menentukan kegiatan kegiatan yang bermanfaat?
Sudahkah
merencanakan kegiatan kegiatan yang menghindarkan diri kita dari perbuatan
sia-sia lagi membawa dosa?
Ingaat!
Sobat! Refreshing boleh boleh saja, asalkan tidak melebihi kebutuhan, dan tidak
membawa keburukan atau dosa, apalagi sampai menyalahi syariat Islam.
So?
Ayo kita cek lagi kegiatan kegiatan liburan kita, termasuk yang manakah liburan
kita? Yang membawa pahala? Yang biasa biasa saja? Atau malah menambah dosa?
Wallaahu a'lam bisshowab...Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout: Agung Wibisono
Editor: Abid Ramadhan
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
Temanku Membawaku ke Syurga
(Buletin El-Marjan [Edisi. 09/Th. II)
Oleh: Abid Ramadhan [RDM13]
Alhamdulillaah.. Buletin El Marjan terbit lagi.
Minggu kemarin buletin El Marjan membahas tentang ‘Move On’, bagaimana bangkit
dari kegalauan yang mengoncang diri -wow- yang cara caranya disebutkan :
Mengingat Allah
, Mengikuti Majelis Ilmu , Ikut Organisasi ,
Membaca buku yang memotivasi dan menemukan hobby yang positif. Wihh dah hebat
deh tuh cara cara nya, caranya yaa yang hebat. Hehe. Kita? Ya tinggal Take
Action nya aja dari cara cara yang hebat ntu, ya masa cuma dibaca sihh. Kalau
hanya dibaca mah yaa nempel di kepala paling juga gak lama ya gak? Tapi kalau
dah Take Action, InshaAllah amalnya tercatat dalam catatan amal baik oleh
Malaikat pencatat, yang catatannya permanen hingga hari Akhir. Semoga catatan
Amal kebaikan Kita lebih banyak dari catatan keburukan kita ya sobat. Aamiin..
Judul buletin edisi 9 ini, “Teman membawaku ke syurga” . Yap, pembahasan dalam buletin El
Marjan kali ini bertema “Teman”. Penulis ambil tema ini karena prihatin dengan
kondisi pemuda pemudi sekarang yang makin lama makin bikin pemanasan global
makin menjadi. Lho? Bagaimana bisa?. Ya, bisa, dengan keburukan keburukan yang
dibagikan atau diajarkan merata ke generasi generasi penerus sudah seperti
pembagian sembako, pada ngantri tuh generasi generasi baru karena ter iming
imingi oleh kesenangan. Sobat pasti juga merasakan. Ya, karena ini terjadi
tidak jauh dari kita, ini terjadi dekaat dengan kita, ini terjadi dilingkungan
kita hidup dilingkungan kita melakukan aktivitas aktivitas sehari hari.
Keburukan keburukan yang terjadi akibat hasutan teman ajakan teman
terkontaminasi oleh teman ikut ikutan dengan teman dsb yang berawal dari teman
dan menambah dosa yang sama saja menambah dunia jadi panas, yea gak?. Sobat,
Baginda Rasulullah memberikan perumpamaan, “Sesungguhnya perumpamaan teman
yang baik (shalih/shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak
wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan
mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya atau engkau hanya
akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan
membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (Riwayat
Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)
Mari
kita memilah & memilih dalam berteman (bukan pilih-pilih). Seperti apakah
teman yang baik?
Sebelumnya,
apasih yang sobat pikirkan mengenai teman? Apasih teman itu? Apasih perananya
dikehidupan kita? Sekedar seorang yang bisa menghabiskan waktu bersamakah?
Menghabiskan waktu bersama untuk bersenang senang? Ayoo Kita pikirkan lagi.
Peranan teman sebenarnya lebih dari sekedar berbagai sudut pandang yang
dangkal. Tahukah? Teman dapat membawa kita ke syurga? Ya, teman dapat membawa
kita ke Syurga, apabila teman Kita bukanlah teman yang sekedar seorang yang
menghabiskan waktu bersama, bukan sekedar yang dapat bermain bersama, tetapi
teman yang dapat menjadikan Kita bersemangat dan atau membantu kita melakoni
amalan amalan yang dapat memicu syurgaNYA.
“Seseorang
tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah
teman dekatnya.”
(HR. Ahmad)
Makna
hadist di atas adalah seseorang akan berbicara dan berperilaku seperti
kebiasaan temannya. Karena itu Rasulullah
mengingatkan agar kita cermat dalam memilih
teman. Kita harus kenali tabiatnya, akhlaknya. Bila ia Shalih, ya jadikanlah ia
teman kita.
Nah
dari situ, kira kira seperti apa ya kriteria teman yang baik itu? Ada tuh
disitu jawabannya.. “Yang shalih!” Yapp betul.. Dengan berteman dengan orang
yang shalih, kita akan kecripatan keshalihannya juga, InshaAllah. Bukalah pintu
hati kita, supaya sifat
sifat baik dapat kita terima dan menjadi sifat kita.
Orang
yang shalih senantiasa senang mendapatkan teman. Orang shalih senang bila temannya
bertambah karena merasa menambah pula orang yang akan mengingati nya apabila ia
berbuat salah. Dan juga sebagai pengamalan Surat Al ‘Ashr yang berbunyi “Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta saling menasihati untuk
kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Qs. Al ‘Ashr[103]:1-3)
Orang yang shalih akan mencintaimu
karena Allah, Ia tidak akan mengharapkan keuntungan dari mu. Karena, hanya
ridho Allah lah yang ia inginkan. Ia senantiasa akan membawa mu ke Syurga
karena-NYA. Dengan pancaran cahaya kebaikan kebaikan yang ia kerjakan yang akan
menerangi kita hingga kita pun akan terbawa untuk ikut menjadi terang seperti
dirinya. Laksana pembawa minyak wangi, ia mencipratkan minyak wanginya kepada
kita, hingga wangi pula lah diri kita sepertinya. Dan tahukah? Orang yang
saling mencintai karena Allah, akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari
dimana tidak ada naungan kecuali naungan-NYA.
Rasulullah
bersabda :
“Sesungguhnya pada hari kiamat Allah berseru,
“Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKU? Hari ini Aku
berikan baginya naungan di hari tidak ada lagi naungan selain naungan-KU”” (HR. Muslim)
Orang
shalih senantiasa akan menyebabkan hati kita nyaman, tenang, tentram apabila
kita di dekatnya. Apakah ia menyebarkan kesejukan yang menghilangkan gerah
seperti air conditioner? Ohh, bukan begitu. Tapi begini,. Ia senantiasa
mengingatkan kita kepada Allah dengan ucapan ucapan baik yang keluar dari
mulutnya atau dengan perilakunya atau bahkan hanya dengan bersamanya dengan
melihat wajahnya yang seolah olah memancarkan cahaya ilahi dan merasuk kedalam
qolbu kita dan mengingatkan kita kepada Allah selalu. Yang mana, hanya dengan
mengingat Allah lah hati kita akan nyaman tenang tentram.
“Orang-orang
beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya
dengan mengingat Allah-lah hati akan menjadi tentram” (Qs.Al Ra’d[13]:28)
Syafa’at dari teman yang shalih. Diriwayatkan, bahwa
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan
Sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di Dunia, mereka
bertanya tentang Sahabat Mereka kepada Allah.
“Yaa
Rabb.. Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia Shalat
bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,”
Maka Allah
berfirman: “Pergilah ke neraka, lalu
keluarkan Sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah.” (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)
Imam besar Al-Hasan
Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah Sahabat-sahabat
Mu’min-mu, karena Mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat.”
Sobat,
mari kita perbanyak teman kita. Namun, bukan teman sembarang teman. Bukan
seberapa banyak teman kita yang penting. Yang paling penting dalam berteman
ialah, seperti apa kualitas teman yang kita
miliki? seberapa banyak teman kita yang shalih? apakah perubahan diri kita
setelah memiliki teman.?
Ulangi
sedikit. Bila ingin perubahan baik, maka bertemanlah dengan orang yang baik (shalih)
yang membawa kita ke Syurga-NYA, dan janganlah berteman dengan teman yang buruk
yang malah akan menjatuhkan kita ke Neraka.
Teman yang buruk, ialah teman yang bukan
mendekatkan kita kepada Allah, tetapi malah menjauhkan kita dari Allah. Yang
membutakan kita dari tujuan hidup kita sebenarnya dengan menghabiskan waktu
dalam kesenangan yang sia sia. Yang seperti inilah yang akan menjatuhkan kita
ke Neraka. Sobat, mari kita renungkan pertemanan kita.
“Teman seperti
apakah yang buruk?”
Imam Ali
menjawab:
“Orang yang menampilkan maksiat dengan penampilan yang indah.” Man Lâ Yahdhuruhu Al-Faqih, jil. 4, hal.
381.
Teman yang buruk akan melalaikanmu dengan kesenangan,
membuat menghabiskan waktu untuk hal yang sia sia, menyepelekan hal hal kecil,
menghasutmu untuk melakukan perbuatan perbuatan keji kecil bahkan yang besar
dengan menjanjikan kesenangan kesenangan yang fana. Sungguh teman yang seperti
itu hanya akan menjadikan diri kita merugi, dan lebih baik bila kita memiliki
musuh namun menjadikan diri kita dekat kepada Allah.
“Jika ada musuh yang mendekatkanmu kepada Allah, maka hal itu lebih baik
dari pada teman akrab yang menjauhkanmu dari Allah.” (Abul
Hasan as-Sadzili)
Sobat, Berhati-hati lah dalam memilih teman. Jangan
sampai kita terhasut oleh teman kita sendiri untuk melakukan keburukan
keburukan dan Allah menghukum kita dengan menjadikan diri kita lupa diri kita
sendiri.
Seperti ucapan
seorang Syaikh Al Qur’an terkenal asal Mesir :
“Hukuman paling berat atas
seseorang adalah bila Allah
menjadikan ia lupa pada dirinya sendiri. Sebab
bila seseorang lupa pada dirinya sendiri, maka ia akan terjerumus pada
kenistaan, tapi ia merasa telah melakukan kebaikan.” (Muhammad Ar Rawi)
Baarakallah.
Semoga
Bermanfaat.Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout: Agung Wibisono
Editor: Abid Ramadhan
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
Cakep itu Jujur!
(Buletin El-Marjan [Edisi. 08/Th. II)
Oleh: Abid Ramadhan [RDM13]
Nyontek
adalah budaya, benarkah?
Nyontek!
Nyontek yang akan dibahas di buletin ini, ialah mencontek dalam hal ujian
pendidikan.
Sebenarnya
menyontek adalah suatu hal yang mungkin bahkan bukan mungkin lagi, tapi sudah
sangat sering atau setidaknya pasti pernah dilakukan oleh orang-orang yang
sempat menginjak bangku sekolah. Dan sudah sangat tidak awam lagi di telinga
kita kata ‘nyontek’ atau bahkan pada
era globalisasi ini sering juga diperindah dengan kata ‘cheating’ walau sebenarnya adalah bahasa asing dari kata menyontek
itu sendiri.
Mendengarnya
mungkin orang bisa langsung berpikiran negatif mengenai kegiatan yang satu ini,
tentu saja, menyontek merupakan kegiatan kecil yang dilakukan saat tidak dapat
melakukan apa-apa lagi terhadap suatu masalah yang berujung dengan melihat atau
bisa disebut pula mencuri ide/pikiran orang lain, bisa dibilang menyontek
adalah contoh sederhana dari kejahatan besar seperti menjimplak karya orang
yang berarti mencuri.
Yaa,
mungkin tidak sekejam itu namun pada kenyataannya kegiatan yang sering
dikaitkan dengan ujian atau pelajar ini memiliki arti yang sama dengan semacam
penjimplakan. Biasanya para pelaku yang pernah menyontek saat ujian mengaku ia
tidak bisa menjawab soal sehingga berakhir dengan melirik jawaban teman, baik
diketahui bahkan yang tidak diketahui sama sekali.
Herannya,
sering terjadi pengabaian terhadap larangan untuk mencontek disaat ujian yang
pengawas selalu mengucapkan kalimat peringatan yang sudah seperti kalimat
pembuka dalam setiap ujian, “Kerjakan Masing-masing”. Bahkan, hingga soal
berpaket meluncur turun tangan menghadapi para pelajar ataupun persilangan
antar angkatan dalam satu kelas atau paper
less untuk memperkecil kesempatan peserta untuk berbuat curang atau
mencontek. Namun masih saja, makin canggih sistem ujian, makin canggih pula
pelajarnya dalam kegiatan mencontek. Mengapa makin diingatkan makin mengabaikan
? Mengapa makin diperbaharui sistem ujiannya makin beragam cara cara curangnya
? Seakan akan kegiatan ‘nyontek’
sudah seperti budaya yang terus hidup mengikuti perkembangan zaman dan selalu mengiringi
pelaksanaan ujian pendidikan. Masih bertanya? Benarkah ‘nyontek’ sudah seperti budaya? coba tanyakan pada diri kita masing
masing, “berapa kali terulang diri kita
mencontek?”. Bila sudah berulang ulang, ya bisa jadi kita telah menjadi
korban budaya ‘mencontek’.
Dan
memanglah tidak dapat kita pungkiri lagi, kita dapat lihat kenyataannya di
setiap ujian pasti ada aja pelaku kegiatan ‘nyontek’
atau setidaknya ada saja yang gelisah saja perilakunya dan berusaha melakukan
perbuatan yang tidak jauh dari mencuri/menjiplak/menipu ini. Hmm... ya, memang
sudah menjadi budaya yaah. Namun, sayangnya budaya kurang atau bahkan kita
dapat sebut itu tidak yang baik.
Mengapa Nyontek?
Alasan
utama mengapa mencontek kebanyakan adalah karena tidak siap mengikuti ulangan
atau ujian. Pertanyaan menggelitik terus saya lontarkan. Mengapa tidak siap?
Jawabnya
karena tidak belajar. Mengapa tidak
belajar? Nahh, Ini nih yang harus diselidiki. Tanyakan pada diri Kita
sendiri, “Mengapa saya tidak belajar?
Bukankah ingin sukses dunia akhirat?”
Sebenarnya
tidak ada alasan yang pantas untuk dijadikan alasan untuk mencontek. Why?
Okee.. Lanjut baca dulu..
Boleh gak sihh?
Sudah
sangat sering kita dengar “Kerjakan masing masing!”, “Jangan lirik kanan-kiri!”
Dan
yang to the poin “Jangan Nyontek!”. Jangan jangan dan jangan. Pasti pahamlah
apa arti kata “Jangan”. Jangan ialah kata yang digunakan untuk menyatakan
dilarangnya suatu kegiatan. Dan “Jangan
Nyontek” berarti perbuatan nyontek itu dilarang.
Dan
bagaimana hukumnya dalam Islam?
Rasulullah Saw
bersabda, “Siapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami; pembuat
makar dan tipu daya akan masuk neraka” (HR Thabrani
dengan sanad yang baik dan HR Ibnu Majah dalam shahih-nya).
Jelaskan?
Semua bentuk penipuan dilarang keras oleh Rasulullah SAW, bahkan langsung
diancam oleh neraka. Mencontek jelas menipu, maka akhirnya jelas neraka.
Kecuali bagi yang bertaubat dan berhenti dari segala bentuknya.
Allah
dalam QS Al-Baqarah 2:9 berfirman:
يخادعون الله والذين آمنوا وما يخدعون إلا
أنفسهم وما يشعرون
Artinya: “Mereka
hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu
dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.”
Jadi,
‘nyontek’ atau ‘mencontek’ hukumnya haram karena termasuk perilaku tipu daya,
penipuan baik kepada orang lain maupun pada diri sendiri. Mencontek saat ujian
adalah perilaku tipu daya yang tidak bertanggung jawab yang memiliki dampak
besar di masa depan.
Nyontek
adalah perilaku korup yang harus segera dihentikan dan diganti dengan kejujuran
dan kerja keras, dan tak boleh dilupakan pula do’a serta tawakal kepada Allah.
Nyontek itu rugi
loh!
Tahukah
kamu? Bahwa mencontek itu membawa banyak penyakit dan membawa keburukan. Apa
penyakitnya? Apa keburukannya?
Penyakit
penyakit yang dibawa oleh kegiatan mencontek yaitu malas berfikir , rasa kurang
percaya diri , keterbiasaan
bergantung kepada oranglain , dll... Sebenarnya masih banyak namun tiga
dulu aja.
Merasa
enak dapat menjawab soal ujian tanpa berfikir, kemudian kita melakukannya terus
menerus karena merasa enak dan akhirnya kita melupakan sesuatu. Apa yang Kita
lupakan? Kita lupa bahwa kita memiliki otak yang berfungsi untuk berfikir. Ya,
sebenarnya kita sudah sadar kita memiliki otak, namun tidak mempergunakannya
dengan baik dan benar ialah bentuk perilaku yang mencerminkan kita tidak
bersyukur dan melupakan bahwa kita memiliki sarana berfikir yang telah Allah
berikan. Malas berfikir, jarang memakai otak dengan baik dan benar lama
kelamaan akan berujung kepada kebodohan. Itulah penyakit malas berfikir yang
dibawa oleh kegiatan ‘mencontek’ atau ‘nyontek’, yang sama dengan menggiring
diri sendiri kepada kebodohan.
Dan
mencontek dapat menjadikan Kita ragu terhadap setiap jawaban sendiri yang padahal
hasil dari belajar kita sendiri tetapi kita lebih mempercayai jawaban
oranglain, karena merasa jawaban orang lain lebih benar daripada jawaban kita.
Saya ulangi lagi, Sikap ini, sikap lebih mempercayai jawaban orang lain
daripada hasil belajar sendiri dapat menjadikan kita orang yang selalu memiliki
keraguan dalam menghadapi soal soal ujian dan akhirnya melirik jawaban teman.
Dan itu menjadikan kita bergantung kepada jawaban teman, karena merasa ragu
dengan jawaban sendiri. Dan sudahlah, tertanam penyakit rasa kurang percaya
diri dan keterbiasaan bergantung kepada oranglain pada diri kita bila
membiasakan diri mencontek.
Tiada
kepuasan dari nilai yang didapat, karena sejatinya jawaban jawaban dari hasil
mencontek bukanlah milik kita, bukan hak kita, itu adalah hasil belajar
temanmu. Maka, nilai bagus yang Kita dapat dari hasil mencontek pun sejatinya
bukan nilai kita. Samalah dengan Kita tidak ikut serta dalam ujian bila kita
bukan mengerjakan ujian kita sendiri, karena ujian itu wadah untuk mengukur
sejauh mana pemahaman kita(diri sendiri, masing masing individu) atas apa yang
telah dipelajari selama di masa sekolah. Kepalsuanlah yang kita dapat bila
hasil yang didapat bukan murni jawaban apa yang telah kita pelajari.
Terjangkit
penyakit malas berfikir , rasa kurang percaya diri , keterbiasaan bergantung
kepada oranglain , Menggiring diri sendiri kepada kebodohan, tidak akan
mendapatkan kepuasan atas nilai yang didapat, Itulah beberapa kerugian dari
mencontek yang dijelaskan di atas.
Mari Kita
bersihkan diri
Kawan,
yang pernah mencontek walapun sedikit atau pernah senang mencontek atau bahkan
masih senang dan masih dilakoni hingga kini. Mari, kita bersihkan diri kita
dari kegiatan yang tak lain hanya membawa kemudharatan. Mari bersihkan diri
kita, sucikan nilai kita, menjauhi segala laranganNYA.
Menghentikan diri
dari kebiasaan mencontek
Untuk
menghindar dan berhenti dari kebiasaan
nyontek yang pertama dan utama adalah niat dan komitmen untuk berhenti nyontek
apapun yang terjadi. Setelah itu ikuti langkah-langkah berikut:
- Menyadari bahwa hidup yang bermartabat, terhormat dan membahagiakan dalam jangka panjang itu adalah hidup yang penuh kejujuran. Betapapun beratnya kejujuran itu.
- Menyadari bahwa hasil dari mencontek adalah kepalsuan. Bagaimanapun tingginya prestasi yang dicapai darinya.
- Menyadari bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kerja keras dan saat memetik hasil dari jerih payah sendiri. Betapapun hasil yang dicapai di bawah harapan kita.
Berteman
dengan orang-orang jujur dan pekerja keras dan menjauh dari lingkungan
teman-teman yang suka menyontek.
Wal akhiru kalam.
Semoga Kita dapat
menjadi pribadi yang jujur dan amanah.
Semoga bermanfaat.Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout: Agung Wibisono
Editor: Abid Ramadhan
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
Banyak remaja muslim tidak mengetahui bagaimanakah sejarah hari valentine. Karena ketidaktahuan dan cuma asal ikut-ikutan trend, juga supaya mau dikatakan gaul, akhirnya mereka pun merayakannya. Di antara mereka saling memberi kado, lebih-lebih pada orang yang dikasihi. Maka kita lihat coklat dan berbagai souvenir laris manis di hari tersebut. Bagaimanakah sebenarnya sejarah hari tersebut?
Cikal Bakal Hari Valentine
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)
Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:
1.Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
2.Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
3.Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
4.Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.
Sungguh ironis memang kondisi remaja saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme. Bahkan secara tegas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Source: remajaislam.com
Apa itu Mentoring? #AyoMentoring
Sabtu, 07 Februari 2015
Posted by ROHIS - SMKN 1 CIBINONG
Tag :
Ayo,
AyoMentoring,
Dept. Humas,
Dept. Kaderisasi,
Halaqah,
kamvak,
Liqa,
Liqo,
Mentoring,
Millenium,
SMKN 1 Cibinong,
Tarbiyah,
YukMentoring
Tapi pada tau gak yang dimaksud pin dengan tulisan itu? Ngajak anak Millenium (SMK Negeri 1 Cibinong) untuk Mentoring kan? Yap! kalian benar sekali :)
Tapi..
Apa itu Mentoring?
Ya itulah pertanyaan kita semua. Kenapa? karna kalian pasti sering mendengarkan kata "Mentoring" dari anak-anak Rohis? iya kan?
Sebenarnya apa sih yang kalian pikirkan saat mendengar kata "Mentoring" itu?
Ngaji? Baca Qur'an? Dengerin ustad ceramah rame-rame? itu yang kalian ketahui tentang "Mentoring" kan?
Bener gak sih kaya gitu?
Apa yang kalian pikirkan saat mendengarkan kata "Mentoring" itu kurang tepat :p
Lah? kok kurang tepat? kan disitu Ngaji iya, Baca Qur'an iya, dengerin ustad ceramah juga iya. Terus apa yang kurang tepat?
Ya, baik kalo gitu disini bakalan kita kupas tuntas Apa itu Mentoring?
Mentoring adalah pembinaan Islam atau tarbiyah yang didalamnya ada proses belajar mengajar yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepribadian islam yang tentunya membuat kita semangat untuk berprestasi pada kehidupan dunia, yaitu bidang akademik (mata pelajaran) dan akhirat, yaitu kita semangat untuk masuk Surga-Nya dan insyaAllah masuk Surga-Nya (aamiin).
Lebih singkatnya apa itu Mentoring adalah:
- Mengenal Islam lebih dekat
- Sharing (diskusi)
- Menjalin Ukhuwah
Lalu apa yang didapat dari Mentoring?
- Belajar. di Mentoring kamu bisa belajar tentang banyak hal, diantaranya tentang Islam, Sosial, Ekonomi, Politik, dan Mata Pelajaran sekolah karena islam itu Menyeluruh & Sempurna untuk semua kehidupan.
- Berbagi. di Mentoring kamu bisa berbagi Ilmu yang sudah didapat, berbagi Cerita dan tentunya berbagi Nasihat.
Apa sih Manfaat Mentoring?
- Dapat Ilmu dan pastinya Ilmunya bertambah
- Teman Baru yang membuat kita banyak memiliki teman
- Kebaikkan
- Motivasi
- Lebih peka terhadap lingkungan
- Sarana tukar pikiran, juga
- Sebagai sarana evaluasi diri dan
- Perbaikan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik agar makin cinta pada Allah dan Rasulullah serta makin bangga menjadi muslim.
Karena banyak banget manfaat yang akan kalian dapatkan, so tunggu apalagi?
#AyoMentoring
kalo gak masih percaya dengan apa yang disebutkan diatas, tonton video dibawah ini:
Jadi, masih nunggu apalagi? Ayo Ikut Mentoring bersama Rohis Daarul Mu'allimin SMK Negeri 1 Cibinong!
Pendaftaran: 089617710076 (Humas @RohisDM_cbn)
“Kamu lahir bulan apa?”, kata seorang remaja kepada temanya. Temanya pun menjawab “21 Mei..” oo berarti, bintangmu gemini ya. Tahu tidak, minggu ini kamu akan tertimpa musibah kalau tidak percaya lihat saja zodiakmu di majalah itu” katanya. “Masa’ sih? Iya…ya…”
Fenomena di atas seringkali terjadi di kalangan remaja islam yang ada di negeri ini. Membaca zodiak yang ada pada majalah-majalah remaja umumnya untuk mengetahui masa depan yaitu apa-apa yang akan mereka alami minggu ini. Apakah hal ini dibenarkan dalam pandangan syari’at islam?
Berawal Mengenal Hukum Mendatangi Tukang Ramal
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitabnya “Khudz ‘Aqidataka Minal Kitaabi wa Sunnati Shohiihai” (Ambillah aqidahmu dari Al Kitab dan As Sunnah yang Shahih) memaparkan sebuah pertanyaan: “Apakah seseorang itu diperbolehkan untuk membenarkan tukang ramal yang mengetahui ilmu ghoib (baca: masa depan)?” Beliau menjawab, “Tidaklah dibenarkan untuk mereka mendatangi tukang-tukang ramal dalam rangka mengetahui perkara ghoib karena Allah ta’ala telah berfirman,
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
“Katakanlah tidak ada satu orangpun yang ada di langit maupun di bumi yang mengetahui perkara ghoib kecuali Allah“ (QS. An-Naml: 65). Dan dalam hadist yang shohih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Barang siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan membenarkan perkataan mereka, maka orang itu telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” Karena memang Al Qur’an terang-terang menyatakan bahwa yang mengetahui perkara ghoib hanyalah Allah Ta’ala.
Kaitan Zodiak dan Tukang Ramal?
Ramalan merupakan hal ghoib. Sudah jelas pula bahwa perkara ghoib tersebut hanya Allah Ta’ala semata yang mengetahuinya. Membaca dan menelaah zodiak sama hukumnya dengan mendatangi tukang ramal, sebagaimana dikatakan oleh para ulama (semacam Syaikh Sholih Alu Syaikh dalam penjelasan beliau terhadap Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi). Karena keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama ingin menelaah yang ghoib. Jika seseorang percaya pada zodiak dan membenarkan hal-hal yang terkandung di dalamnya dapat diibaratkan dengan membenarkan perkataan tukang ramal yang sebenarnya tidak punya dasar apa-apa dalam menentukan nasib seseorang. Sehingga pembaca zodiak dapat dihukumi sama dengan mendatangi tukang ramal, bahkan mungkin lebih parah. Karena tukang ramal kita mesti mendatanginya. Namun ramalan zodiak untuk saat ini didapat begitu mudah, bisa lewat majalah, berita internet, bisa pula dengan mudah lewat SMS. Zodiak ini pun dimasukkan ke rumah. Dari sisi inilah kita bisa menilai membaca zodiak itu lebih parah.
Hukum Membaca Zodiak
Zodiak atau ramalan bintang merupakan suatu kemungkaran yang sangat besar. Namun, terkadang sebagian orang hanya iseng dalam melakukan hal tersebut. Para ulama telah merinci hukum mendatangi tukang ramal dan ini bisa kita terapkan pada masalah membaca zodiak.
1.Jika seseorang hanya sekedar mendatangi tukang ramal atau membaca zodiak, tanpa membenarkannya, maka ini termasuk keharaman karena ditakutkan ia lama-kelamaan percaya dengan lamaran tersebut. Ini adalah sebagai saddu dzari’ah, menutup jalan agar tidak terjerumus pada keharaman yang lebih parah.
2.Jika seseorang mendatangi tukang ramal atau membaca zodiak, sampai membenarkannya, maka orang tersebut telah kufur terhadap Al Qur’an yang diturunkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shalatnya pun tidak diterima selama 40 hari. Artinya, ini adalah dosa besar.
3.Jika seseorang mendatangi tukang ramal atau membaca zodiak dengan keyakinan bahwa ramalan tersebut benar-benar mengetahui hal ghoib secara muthlak, maka hukumnya adalah kufur akbar karena hal ini berarti telah menyamakan makhluk dengan Sang Kholiq.
4.Jika seseorang mendatangi tukang ramal ata membaca zodiak dengan maksud untuk membantah bahwa ramalan tersebut dusta dan ingin menjelaskan kekeliruannya, maka hal ini tidak mengapa bahkan kadang wajib dilakukan karena hal ini termasuk dalam mengingkari hal yang mungkar.
Ya Allah, tunjukilah kami kebenaran yang sesungguhnya, lalu berilah kami karunia untuk mengikuti dan mencintainya. Dan tunjukilah kami kebathilan yang sesungguhnya, lalu karuniakanlah kami untuk menjauhi dan membencinya.
Semoga Allah mengampuni penulis.
Penulis: Ummu Zubaidah
Muroja’ah: M.A. Tuasikal
Artikel www.remajaislam.com
Struktur Organisasi Rohis Daarul Mu'allimin 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
Posted by ROHIS - SMKN 1 CIBINONG
Struktur Organisasi Ekstrakulikuler Rohani Islam
Smk Negeri 1 Cibinong
Rohis Daarul Mu'allimin 2015
Move On!
(Buletin
El-Marjan [Edisi. 07/Th. II)
Oleh:
Agung Wibisono [@agungMSVrs]
Sahabat
El-Marjan, Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan Masa Muda yang begitu
indah oleh Allah, apalagi bagi kebanyakkan remaja saat ini yang selalu dilanda
virus merah jambu (baca: jatuh cinta) saat masa muda. Nah virus ini sangat
sering melanda remaja saat ini dan cukup bahaya loh kalo sampai kita terkena
virus ini. Bahaya dimananya? Bahaya karna kita bisa masuk dalam zina loh. Wah,
kalo gitu gak boleh dong jatuh cinta? Ya, boleh lah kan cinta itu fitrah
manusia, manusia diciptakan untuk memiliki rasa cinta. Tapi katanya virus ini
bahaya bagi remaja? Bahaya disini jika kita atau orang yang sedang dilanda
virus merah jambu ini melakukan berbagai tindakkan yang melanggar perintah yang
Maha Memiliki Cinta, salah satunya itu Pacaran. Pacaran sendiri itu gak ada
dalam ajaran Islam loh kawan, yang ada dalam ajaran islam jika kita cinta pada
seseorang itu ta’aruf lalu menikah, hehe. Kita kan masih sekolah masa mau
menikah? Mendingan pacaran aja nikmati masa muda. Nah, kalau kalian mengerti
apa itu rasa cinta pasti kalian tidak akan pacaran karna rugi BGT kalo pacaran,
bakalan sia-sia dah kalo pacaran. Pasti kalo udah pacaran terus putus pasti
galauunyaa gak kesampaian (berlebihan), bisa-bisa keluarga, teman-teman kita
kena imbasnya. Karna cinta itulah yang membuat kita jatuh pada jurang kegalauan
yang tingkatnya berada dipuncak gunung (tinggi). Sebenarnya cinta itu
menguatkan, bukan melemahkan. Jadi kalo ada yang mengatakan bahwa kita galau
karna cinta itu salah besar!. Lantas seperti apa cinta itu? Disini gak akan
membahas apa itu cinta tapi bagaimana caranya jika kita galau karna diputusin
pacar? Atau kita suka/kagum sama seseorang tapi kita sulit melupakannya malah
terbayang-bayang terus atau ceritanya cinta tak memiliki sampai-sampai bahasa
kerennya saat ini susah untuk Move On? hehe. Karna itu buletin El-Marjan akan
membahasnya sesuai dengan kenyataan (sesuai dengan kisah hidup penulis, hehe)
yang Alhamdulillah cara ini berhasil membuat penulis bisa Move On atau meskipun
gak Move On bisa melupakan bayang-bayangnya dalam fikiran. Nah cara Move On
yang simple itu jangan liat-liat, jangan bayang-bayangin, jangan denger-denger,
jangan baca-baca tentangnya, jangan ngobrol-ngobrol, jangan merhatiin dia terus
apalagi sampe kepo abis tentang dia!. Ini masih cara yang simple dan kalo bisa
ngelakuinnya acungin jempol deh (soalnya penulis masih belum bisa, hehe) dan
pasti bisa Move On dengan sukses. Selain cara yang tadi masih ada cara yang
lainnya yang bisa dilakukan dan dengan cara untuk meminimalisir kegalauan
tentang dia (bisa melupakannya sejenak).
Pertama,
Mengingat Allah. Karena dengan mengingat Allah akan membuat kita lebih tenang dan
melupakannya loh. Mengingat Allah berarti
mengetahui bahwa Allah selalu bersama kita kapan-pun dan melihat apa-pun yang
kita perbuat, Ingat loh Allah selalu memberi kita Kasih-Nya yang tidak
terbatas. Ingatlah Allah saat kita melakukan apapun pasti akan membuat hati
kita tenang. Mengingat Allah bisa
dengan cara berdzikir, tilawah al-Qur’an atau secara amal seperti puasa. Dengan
mengingat Allah, Allah pasti akan mengingat kita, karena yang memberikan
ketenangan pada hati setiap manusia itu hanya Dia Allah Sang Penguasa Hati. “Dia-lah yang telah menurunkan
ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah...” (QS. Al-Fath[48]:4)
“Orang-orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah-lah hati akan menjadi tentram” (QS. Al-Ra’d[13]:28).
Kedua,
Ikuti majelis ilmu Agama. Mulailah dengan memahami islam dan berjuang untuk
memahami tentang islam pasti akan bisa melupakan tentang si dia. Karena kita
akan terfokus untuk mempelajari tentang Islam itu. Bisa dengan mengikuti
Mentoring (sama seperti ngaji (cuma ini lebih keren, asyik, seru, so harus ikut
mentoring biar pengetahuan tentang islam bertambah, #AyoMentoring). “Barang siapa menempuh berjalan
untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).
Ketiga,
Ikut Organisasi. Dengan ikut organisasi waktu kita, fikiran kita hanya akan
memikirkan tentang organisasi (gak melupakan tentang pelajaran kok), disini
kita akan lebih banyak mengenal banyak orang yang memiliki kemampuan yang
berbeda-beda. Tapi lebih dianjurkan ikut organisasi yang berjuang untuk Islam
(kalo di sekolah itu Rohis namanya –sedikit promosi-, hehe) karena dengan ikut
organisasi Islam disekolah, kita akan disibukkan memikirkan tentang dirinya
sendiri, teman-teman, lingkungannya sehingga tak ada waktu untuk memikirkan si
dia, karena akan fokus dan bersemangat dengan organisasinya dalam
memperjuangkan Islam (organisasinya) -soalnya penulis dulu dengan aktif
berorganisasi (terutama di Rohis) jadi lebih sering disibukkan untuk
memperjuangkan organisasi (Rohis) memikirkan kepentingan orang lain, jadi
Alhamdulillah bisa meminimalisir fikiran tentang si dia, bahkan sampai sekarang
pun masih aktif organisasi sama seperti organisasi Rohis cuma ini dilingkungan
kampus, yaitu Lembaga Dakwah Kampus, sebenarnya bukan hanya memperjuangkan
organisasi itu tetapi memperjuangkan Islam, memikirkan orang lain-. Karena jika
bergabung dengan organisasi Islami (Rohis) akan banyak keuntungan dan dalam
Rohis itu sendiri sangat percaya dengan sebuah ayat al-Qur’an yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika
kamu menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong dan meneguhkan
kedudukanmu” (QS.
Muhammad[47]:7). Nah dengan
ikut Rohis bisa dapat keuntungan dunia dan akhirat loh, coba aja pahami ayat
tersebut, siapa sih yang gak mau ditolong dan diteguhkan kedudukkannya sama
Allah? Pasti pada mau dong, so ikut Rohis atau organisasi lainnya. Yang pasti
organisasi yang memberikan manfaat dan kebaikkan untuk diri kita dan orang
lain. “Sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad).
Keempat,
membaca buku yang memotivasi. Membaca buku disini bisa membaca buku yang bisa
membuat diri kita termotivasi untuk bangkit dari kegalauan, jangan malah baca
buku yang melow, romatis itu malah membuat kita makin susah Move On atau bisa
juga dengan membaca buku pelajaran, dengan membaca buku pelajaran akan membuat
kita bisa menjadi orang yang berprestasi dalam bidang akademik. Jadi, remaja
itu harus berprestasi akademik (baca: buletin El-Marjan edisi ke-6 tentang
Remaja, Ukir Prestasimu!)
Kelima,
temukan kegiatan (hobby) yang positive. Temukan sesuatu yang bisa kita
banggakan di masa depan dan bisa kita jadikan amal shaleh –karna yang positif
itu bisa bernilai pahala jika kita Niatkan hanya untuk Allah. Jangan sampai
menyia-yiakan waktu karena waktu itu sangat berharga, so setiap ada waktu
lakukan sesuatu yang positif.
Tadi
itu merupakan berbagai cara untuk bisa Move On atau meminimalisirnya, cara tadi
Alhamdulillah sudah dilakukan penulis dan Alhamdulillah hasilnya pun sangat
berpengaruh dengan kehidupan penulis yang bisa Move On dari seseorang atau
melupakan si dia, hehe.
Cara
yang tadi penulis sampaikan itu selain dari kisah nyata (pengalaman) yang
penulis alami juga diambil beberapa buku yang pernah penulis baca, serta dari
berbagai mentor-mentor penulis serta artikel-artikel di internet. Sebelum
mengakhiri tulisan ini penulis ingin menuliskan beberapa kalimat yang
memotivasi dari sebuah buku karangan Ust.
Felix Y Siauw yaitu Udah Putusin Aja, buku ini
sangat bermanfaat bagi remaja saat ini yang sedang dilanda virus merah jambu
dan masih banyak buku-buku yang lainnya.
“Belajar
melupakan itu sama seperti belajar mencintai, Sama-sama membutuhkan waktu, dan
sama-sama membutuhkan kesabaran”
“Bila
kita harus galau, maka galaulah akan sesuatu yang lebih panjang dari sekedar
dunia, yaitu tentang akhirat dan keadaan kita, tentang Allah Tuhan kita dan
Muhammad Nabi
kita”
“Bila
air mata harus mengalir deras, pastikan itu bukan karena makhluk-Nya, melainkan
hanya untuk Ia yang Maha Memiliki Cinta di Sajadah malam karena takut takut
akan Siksa-Nya”
Pantaskan
Diri untuk memdapatkan yang Terbaik, Ingatlah Rencana dan Ketetapan Allah itu
Maha Indah dan Terbaik untuk kita.
Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout & Editor: Agung Wibisono
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn



