Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa
barakaatuh
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Salawat
serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul yang mulia,
Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi
wa sallam. Juga kepada keluarga beliau, para Sahabatnya dan semua para
pengikutnya..
Alhamdulillahi rabbil’alamin kita berjumpa lagi nih sudah
sekian lama ane nggak kirim post/artikel lagi. Kembali lagi ane dengan membawa
informasi, kali ini ane akan memberitahukan kabar gembira nih untuk para akhi
dan ukhti SMKN 1 Cibinong. Yaitu RDM16 akan mengadakan acara lagi yang sangat
bermanfaat nih buat kita semua.
Rohis Daarul Mu’allimin – SMK Negeri
1 cibinong
Proudly present
MENTORING GABUNGAN RDM “Tak Selamanya
Cinta Itu Merah Jambu”
Mari kita hijrah melaju selangkah
lebih baik, yuk kita belajar bersama :
-HANIF FANSURYA-
Ø Sabtu, 12 maret 2016
Ø 08.00 – 13.00 WIB
Ø Masjid Daarul Mu’allimin, SMKN 1
Cibinong
“Mentoring adalah perubahan. Mengubah dari yang biasa menjadi
luar biasa. Mengubah keterbatasan menjadi kemelimpahan. Barangsiapa tidak mau
mengubah dirinya maka dia tidak akan menemukan kebahagiaan hidupnya” Sholikin
Abu Izzudin.
“Cinta itu anugerah, merasakannya adalah fitrah, menjaganya
adalah ibadah. Karena jatuh cinta adalah mubah, namun menyikapinya bisa menjadi
pahala berlimpah atau malah menjatuhkan kita dalam dosa dan musibah” Bicara
Cinta, Episode 5
Yuk, saling mengingatkan dan menasehati serta berlomba-lomba
dalam kebaikan dengan mengikuti acara ini dan mendapatkan ilmunya disini. Acara
ini cocok banget buat kalian nih kaula muda yang masa puncaknya dalam hal
cinta. Untuk itulah RDM16 menyediakan acara ini untuk kita semua agar kita
dapat berhijrah menjadi lebih baik dan tidak terlena dengan kenikmatan dunia. okee
ana pamit dulu ditunggu kehadirannya ya
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa
barakatuh
Move On!
(Buletin
El-Marjan [Edisi. 07/Th. II)
Oleh:
Agung Wibisono [@agungMSVrs]
Sahabat
El-Marjan, Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan Masa Muda yang begitu
indah oleh Allah, apalagi bagi kebanyakkan remaja saat ini yang selalu dilanda
virus merah jambu (baca: jatuh cinta) saat masa muda. Nah virus ini sangat
sering melanda remaja saat ini dan cukup bahaya loh kalo sampai kita terkena
virus ini. Bahaya dimananya? Bahaya karna kita bisa masuk dalam zina loh. Wah,
kalo gitu gak boleh dong jatuh cinta? Ya, boleh lah kan cinta itu fitrah
manusia, manusia diciptakan untuk memiliki rasa cinta. Tapi katanya virus ini
bahaya bagi remaja? Bahaya disini jika kita atau orang yang sedang dilanda
virus merah jambu ini melakukan berbagai tindakkan yang melanggar perintah yang
Maha Memiliki Cinta, salah satunya itu Pacaran. Pacaran sendiri itu gak ada
dalam ajaran Islam loh kawan, yang ada dalam ajaran islam jika kita cinta pada
seseorang itu ta’aruf lalu menikah, hehe. Kita kan masih sekolah masa mau
menikah? Mendingan pacaran aja nikmati masa muda. Nah, kalau kalian mengerti
apa itu rasa cinta pasti kalian tidak akan pacaran karna rugi BGT kalo pacaran,
bakalan sia-sia dah kalo pacaran. Pasti kalo udah pacaran terus putus pasti
galauunyaa gak kesampaian (berlebihan), bisa-bisa keluarga, teman-teman kita
kena imbasnya. Karna cinta itulah yang membuat kita jatuh pada jurang kegalauan
yang tingkatnya berada dipuncak gunung (tinggi). Sebenarnya cinta itu
menguatkan, bukan melemahkan. Jadi kalo ada yang mengatakan bahwa kita galau
karna cinta itu salah besar!. Lantas seperti apa cinta itu? Disini gak akan
membahas apa itu cinta tapi bagaimana caranya jika kita galau karna diputusin
pacar? Atau kita suka/kagum sama seseorang tapi kita sulit melupakannya malah
terbayang-bayang terus atau ceritanya cinta tak memiliki sampai-sampai bahasa
kerennya saat ini susah untuk Move On? hehe. Karna itu buletin El-Marjan akan
membahasnya sesuai dengan kenyataan (sesuai dengan kisah hidup penulis, hehe)
yang Alhamdulillah cara ini berhasil membuat penulis bisa Move On atau meskipun
gak Move On bisa melupakan bayang-bayangnya dalam fikiran. Nah cara Move On
yang simple itu jangan liat-liat, jangan bayang-bayangin, jangan denger-denger,
jangan baca-baca tentangnya, jangan ngobrol-ngobrol, jangan merhatiin dia terus
apalagi sampe kepo abis tentang dia!. Ini masih cara yang simple dan kalo bisa
ngelakuinnya acungin jempol deh (soalnya penulis masih belum bisa, hehe) dan
pasti bisa Move On dengan sukses. Selain cara yang tadi masih ada cara yang
lainnya yang bisa dilakukan dan dengan cara untuk meminimalisir kegalauan
tentang dia (bisa melupakannya sejenak).
Pertama,
Mengingat Allah. Karena dengan mengingat Allah akan membuat kita lebih tenang dan
melupakannya loh. Mengingat Allah berarti
mengetahui bahwa Allah selalu bersama kita kapan-pun dan melihat apa-pun yang
kita perbuat, Ingat loh Allah selalu memberi kita Kasih-Nya yang tidak
terbatas. Ingatlah Allah saat kita melakukan apapun pasti akan membuat hati
kita tenang. Mengingat Allah bisa
dengan cara berdzikir, tilawah al-Qur’an atau secara amal seperti puasa. Dengan
mengingat Allah, Allah pasti akan mengingat kita, karena yang memberikan
ketenangan pada hati setiap manusia itu hanya Dia Allah Sang Penguasa Hati. “Dia-lah yang telah menurunkan
ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah...” (QS. Al-Fath[48]:4)
“Orang-orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah-lah hati akan menjadi tentram” (QS. Al-Ra’d[13]:28).
Kedua,
Ikuti majelis ilmu Agama. Mulailah dengan memahami islam dan berjuang untuk
memahami tentang islam pasti akan bisa melupakan tentang si dia. Karena kita
akan terfokus untuk mempelajari tentang Islam itu. Bisa dengan mengikuti
Mentoring (sama seperti ngaji (cuma ini lebih keren, asyik, seru, so harus ikut
mentoring biar pengetahuan tentang islam bertambah, #AyoMentoring). “Barang siapa menempuh berjalan
untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).
Ketiga,
Ikut Organisasi. Dengan ikut organisasi waktu kita, fikiran kita hanya akan
memikirkan tentang organisasi (gak melupakan tentang pelajaran kok), disini
kita akan lebih banyak mengenal banyak orang yang memiliki kemampuan yang
berbeda-beda. Tapi lebih dianjurkan ikut organisasi yang berjuang untuk Islam
(kalo di sekolah itu Rohis namanya –sedikit promosi-, hehe) karena dengan ikut
organisasi Islam disekolah, kita akan disibukkan memikirkan tentang dirinya
sendiri, teman-teman, lingkungannya sehingga tak ada waktu untuk memikirkan si
dia, karena akan fokus dan bersemangat dengan organisasinya dalam
memperjuangkan Islam (organisasinya) -soalnya penulis dulu dengan aktif
berorganisasi (terutama di Rohis) jadi lebih sering disibukkan untuk
memperjuangkan organisasi (Rohis) memikirkan kepentingan orang lain, jadi
Alhamdulillah bisa meminimalisir fikiran tentang si dia, bahkan sampai sekarang
pun masih aktif organisasi sama seperti organisasi Rohis cuma ini dilingkungan
kampus, yaitu Lembaga Dakwah Kampus, sebenarnya bukan hanya memperjuangkan
organisasi itu tetapi memperjuangkan Islam, memikirkan orang lain-. Karena jika
bergabung dengan organisasi Islami (Rohis) akan banyak keuntungan dan dalam
Rohis itu sendiri sangat percaya dengan sebuah ayat al-Qur’an yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika
kamu menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong dan meneguhkan
kedudukanmu” (QS.
Muhammad[47]:7). Nah dengan
ikut Rohis bisa dapat keuntungan dunia dan akhirat loh, coba aja pahami ayat
tersebut, siapa sih yang gak mau ditolong dan diteguhkan kedudukkannya sama
Allah? Pasti pada mau dong, so ikut Rohis atau organisasi lainnya. Yang pasti
organisasi yang memberikan manfaat dan kebaikkan untuk diri kita dan orang
lain. “Sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad).
Keempat,
membaca buku yang memotivasi. Membaca buku disini bisa membaca buku yang bisa
membuat diri kita termotivasi untuk bangkit dari kegalauan, jangan malah baca
buku yang melow, romatis itu malah membuat kita makin susah Move On atau bisa
juga dengan membaca buku pelajaran, dengan membaca buku pelajaran akan membuat
kita bisa menjadi orang yang berprestasi dalam bidang akademik. Jadi, remaja
itu harus berprestasi akademik (baca: buletin El-Marjan edisi ke-6 tentang
Remaja, Ukir Prestasimu!)
Kelima,
temukan kegiatan (hobby) yang positive. Temukan sesuatu yang bisa kita
banggakan di masa depan dan bisa kita jadikan amal shaleh –karna yang positif
itu bisa bernilai pahala jika kita Niatkan hanya untuk Allah. Jangan sampai
menyia-yiakan waktu karena waktu itu sangat berharga, so setiap ada waktu
lakukan sesuatu yang positif.
Tadi
itu merupakan berbagai cara untuk bisa Move On atau meminimalisirnya, cara tadi
Alhamdulillah sudah dilakukan penulis dan Alhamdulillah hasilnya pun sangat
berpengaruh dengan kehidupan penulis yang bisa Move On dari seseorang atau
melupakan si dia, hehe.
Cara
yang tadi penulis sampaikan itu selain dari kisah nyata (pengalaman) yang
penulis alami juga diambil beberapa buku yang pernah penulis baca, serta dari
berbagai mentor-mentor penulis serta artikel-artikel di internet. Sebelum
mengakhiri tulisan ini penulis ingin menuliskan beberapa kalimat yang
memotivasi dari sebuah buku karangan Ust.
Felix Y Siauw yaitu Udah Putusin Aja, buku ini
sangat bermanfaat bagi remaja saat ini yang sedang dilanda virus merah jambu
dan masih banyak buku-buku yang lainnya.
“Belajar
melupakan itu sama seperti belajar mencintai, Sama-sama membutuhkan waktu, dan
sama-sama membutuhkan kesabaran”
“Bila
kita harus galau, maka galaulah akan sesuatu yang lebih panjang dari sekedar
dunia, yaitu tentang akhirat dan keadaan kita, tentang Allah Tuhan kita dan
Muhammad Nabi
kita”
“Bila
air mata harus mengalir deras, pastikan itu bukan karena makhluk-Nya, melainkan
hanya untuk Ia yang Maha Memiliki Cinta di Sajadah malam karena takut takut
akan Siksa-Nya”
Pantaskan
Diri untuk memdapatkan yang Terbaik, Ingatlah Rencana dan Ketetapan Allah itu
Maha Indah dan Terbaik untuk kita.
Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout & Editor: Agung Wibisono
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
Cinta Tanpa Pacaran
(Buletin
El-Marjan [Edisi. 05/Th. II)
Oleh Wilda Awaliyah [@wildafillaah]
Oleh Wilda Awaliyah [@wildafillaah]
Kawan, tema
kali ini tuh tentang Cinta (cinta lagi, cinta lagi, hehe). Kenapa sih cinta
terus yang dibahas? Yup karena Cinta itu selalu melekat dengan remaja masa
kini. Remaja masa kini selalu mengaitkan cinta dengan pacaran, padahal pacaran itu bukan budayanya remaja muslim. Pacaran itu nggak nyeni banget
dilakuin remaja muslim, dan sekali haram, pacaran tetaplah haram, titik teu
dikomaan (baca: titik yang nggak pake koma lagi).
Wah ngotot banget nih, Buletin El-Marjan bahas tentang pacaran. Sstt… habisnya, suka sad-sad gitu
kalo lihat remaja yang pacaran, tapi sebenarnya mereka tahu hukumnya haram,
padahal nih para aktivis rohis udah panas tenggorokan, pada serak ngasih tahu
nggak bosan-bosannya. Selebaran pun bertebaran, mading sampe jamuran. Semua
berisi dengan tulisan “Say No To Pacaran”. Begitupun di masyarakat, banyak
majelis taklim remaja yang teriak-teriak bahwa pacaran itu haram. Oiya, bukan cuma itu, kekeliruan remaja memahami konsep cinta
pun sering jadi alasan. Padahal nih ayat udah ngolotok banget
alias udah hapal di luar kepala kayaknya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”(QS al-Israa’ [17]: 32)
Semua hal yang mendekati zina tentu itu harus kita jauhi.
Nggak pakai alasan-alasan lagi.
Ta’aruf, atau pacaran terselubung?
Ada nggapan ngawur bahwa kalo remaja nggak pacaran siap-siap
dibilang katro, norak, nggak laku dsb. Jadi seolah pacaran bagi remaja adalah
sebuah hal yang perlu. Anak SD pun udah banyak yang pacaran. Hancur deh
generasi di hadapan mata, semua sibuk dengan urusan naluri cinta namun di ekspresikan melalui jalan yang menyimpang, atau tepatnya
melalui aktivitas yang namanya pacaran.
Kawan, padahal kan justru yang ngelakuin pacaran itu bisa
dibilang katro, karena pacaran itu kan bukan budaya dari Islam. Islam melarang
aktivitas pacaran, tapi untuk memenuhi naluri melestarikan keturunan, rasa
cinta itu diberi ruang untuk mengekspresikannya melalui pintu pernikahan.
Bener Kawan: pacaran itu hubungan terlarang, sementara nikah itu ikatan
yang halal. Nah, ini adalah masalah lagi nih. Bener. Kekeliruan pun kian
banyak terjadi. Saat banyak yang ‘sad ar’ pacaran itu haram, tetep aja setan belum puas ganggu
manusia. Maka akibatnya, setan ngasih jebakan baru, sehingga orang mencari jalan lain yang dianggap
aman dan halal—menurut hawa nafsunya. Apa buktinya? Yup, jadinya ngakalin.
Dalam Islam kan dikenal istilah ta’aruf, istilah inipun akhirnya diselewengkan
oleh aktivis pacaran sebagai suatu hal yang mirip dengan pacaran. Padahal, keliru
banget. Ta’aruf yang mereka lakuin adalah ta’aruf yang terkontaminasi dengan
hawa nafsu yang dikemas dalam hubungan gelap bernama pacaran. Modus yang
mengecewakan, Kawan. Padahal ta’aruf itu adalah suatu
tahap yang ada dalam proses khitbah (baca: meminang—yang sudah serius ke arah pernikahan). Jadi khitbah dulu baru ada
tahap ta’aruf di situ—tentu saja dengan syarat-syarat yang ketat, seperti nggak
boleh berduaan meskipun udah khitbah. Kalo sudah khitbah berarti sudah siap
menikah, karena khitbah itu berupa pinangan seorang lelaki kepada wanita
melalui permohonan resmi kepada orang tua si wanita dengan tujuan untuk
menikahinya. Nah, kalo belum siap buat nikah? Ya, itu berarti bukan ta’aruf
itu mah, tapi pacaran terselubung pake kedok ta’aruf. Parah!
Jadi, plis deh kawan. Kamu yang masih ngotot bahwa dirimu
sedang ta’aruf tapi nyatanya terselubung jadi pacaran, segera nyadar
sebelum ajal datang. Sterilkan dari hal-hal yang akan menjerumuskan pelaku
ta’aruf ke hal-hal yang hina dari mendekati zina atau malah zina yang sesungguhnya.
Remaja dan cinta
Remaja, adalah masa yang katanya “serba transisi”. Peralihan dari anak-anak jadi dewasa dengan
pemikiran yang mulai berjalan secara bercabang-cabang dengan tujuan yang
katanya untuk mencari jati diri. Waduh, nih lebay nulisnya ya, belibet pula
kayak gini. Yup, intinya masa remaja itu juga ditandai dengan memperhatikan
penampilan agar terlihat sempurna. Nggak ketinggalan, rasa-rasa sumringah
berwarna pink atau yang kita kenal virus merah jambu ini pun tak dipungkiri mulai
menempati posisi tersendiri dalam rona kehidupan remaja. Bener kan? Kamu
ngerasain juga? Hehehe. Sama.
Perasaan cinta yang menghampiri itu emang naluri, namun
tidak berarti kita bebas memuaskan naluri itu, dengan wujudkannya melalui pacaran
atau dengan hal-hal yang kita inginkan menurut hawa nafsu kita yang
masuk kategori mendekati zina atau malah berzina. Naudzubillah min
dzalik.
Nah, dalam Islam tentu kita (seharusnya) tahu banyak tentang
syariat Islam yang bisa cegah manusia dari zina. Jadi, ‘rasa cinta’ adalah
fitrah, namun pemuasannya adalah pilihan. Maka, tentukanlah sekarang! mau ikut aturan siapa? Nurut sama aturan Allah Ta’ala atau
ikutan aturan selain Islam dengan ngelakuin pacaran? Tapi tentu ada
konsekuensinya dari setiap pilihan. Milih pahala atau dosa? Sobat muda muslim,
kalo boleh ngasih tips nih ya, tentu sebagai mahluk Allah Ta’ala kita tentu
yakin akan adanya hari perhitungan (yaumil hisab). Daripada di akhirat sengsara
karena nyoba pacaran,ya mending ikut aturan Allah
yang tentu menyelamatkan. Ikut aturan Allah Swt adalah tanda
kita beriman seratus persen padaNya, juga bukti cinta kita padaNya.
Kawan, aturan Allah Ta’ala sudah pasti ada hikmah dan manfaatnya.
Jadi, jangan ngerasa rugi ketika kita memutuskan taat pada Allah, karena
bagaimanapun kita ini manusia. Kita tidak tahu apa yang terbaik buat kita, maka
jadikanlah Allah yang Mahatahu segalanya sebagai rujukan aktivitas yang kita
lakukan.
Cinta Islam sampai mati
Rasa cinta memang naluri, Islam sangat tegas dan jelas
menentukan aturan terhadap rasa cinta yang dimiliki manusia. Sssttt.. bukan
berarti Islam mengekang manusia lho, justru ini tanda Islam peduli umatnya.
Tanda Allah Ta’ala cinta hambaNya. Agar manusia nggak jatuh terjerumus pada
hal-hal yang menghinakan dan juga menyengsarakan manusia. Oya, dilarang
ngelakuin pacaran itu, bukan berarti kita terlarang punya cinta. Kita bisa
tetep punya cinta kok. Kita bisa salurkan rasa cinta ini pada suatu hal
yang benar dan baik. Tentu saja cinta yang diekspresikan sesuai tuntunan Allah
Swt dan RasulNya.
Eh, ngomong-ngomong tentang subjudulnya yang ‘cinta Islam”,
apa sih maksudnya? Hm m.. ini nih ada ayat dalam al-Quran yang
patut kita perhatikan dan renungkan, “Katakanlah ,’Jika bapak-bapak,
anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang
kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri ke rugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai,
adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan (dari) Jihad di JalanNya , maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.” Dan Allah tida memberi
petunjuk kepada orang-orang fasik.(QS
at-Taubah [9]: 24)
Masa remaja yang katanya enerjik dan penuh semangat,
sebenarnya bisa diarahkan jadi pengemban obor perjuangan. Namun, amat
disayangkan bagi remaja yang enggan berjuang untuk Islam. Ayolah, jangan sibuk
ngejar cinta birahi terhadap lawan jenis yang buat kita terhina—karena cara
ekspresinya nggak halal. Seharusnya kita bisa sibuk memperjuangkan Islam, sibuk
mencari ilmu Islam, itulah bukti bahwa kita punya cinta, cinta pada Islam!
By the way,
kalo kamu nggak pacaran pun, tenang aja soal jodoh. Jangan takut nggak dapet
jodoh atau khawatir jodoh yang kita dapat bukan jodoh yang terbaik. Sebab,
Allah Ta’ ala sudah tentuin jodoh kita masing-masing. Termasuk seperti apa
jodoh kita kelak. Baik atau buruknya, tergantung pribadi kita juga lho. Firman
Allah Swt., “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,
dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS an-Nuur
[24]: 26)
So, berdoalah
pada Allah agar kita diberikan jodoh terbaik. Tentunya kita pun aktif perbaiki
sikap kita agar jadi pribadi yang sen antiasa bertakwa pada Allah Swt. Tetap
konsisten dalam Islam, dan tentu saja tetap taat pada Allah. Salah satunya nih,
dengan menahan gejolak cinta yang telah Allah berikan. Tahan dan kendalikan
sampai waktunya tiba, yakni saat kita halal dengan seorang yang telah
ditentukan Allah sebagai jodoh kita melalui pernikahan. Itulah bukti kita masih
punya cinta.
Oke deh, keep
smile, hamasah buat kalian. Oya, jika cinta Allah sudah
didapat, maka In sya Allah surga pun bisa kita raih. Itulah janji Allah.
FirmanNya, “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka
itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi
nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shidiqien, orang-orang yang mati
syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman sebaik-baiknya.” (QS
an-Nisa[4]: 69)
Yuk, pastikan
kamu tetap memiliki cinta meski tidak kamu wujudkan dalam pacaran. Stop
pacaran! Taat dan takutlah hanya pada Allah Ta’ala. Insya Allah, semua akan
indah pada waktunya, yakni nanti dalam pernikahan. Sekarang? Fokuslah belajar!
“Mencintai
seseorang jangan sampai melupakan yang Maha memiliki cinta, yaitu
Allah Azza wa Jalla yang Maha Cinta”. [Agung
Wibisono [@agungMSVrs]
Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout & Editor: Agung Wibisono
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
