Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Salawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul yang mulia, Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga kepada keluarga beliau, para Sahabatnya dan semua para pengikutnya..

Alhamdulillahi rabbil’alamin kita berjumpa lagi nih sudah sekian lama ane nggak kirim post/artikel lagi. Kembali lagi ane dengan membawa informasi, kali ini ane akan memberitahukan kabar gembira nih untuk para akhi dan ukhti SMKN 1 Cibinong. Yaitu RDM16 akan mengadakan acara lagi yang sangat bermanfaat nih buat kita semua.

Rohis Daarul Mu’allimin – SMK Negeri 1 cibinong
Proudly present


MENTORING GABUNGAN RDM “Tak Selamanya Cinta Itu Merah Jambu”
Mari kita hijrah melaju selangkah lebih baik, yuk kita belajar bersama :

-HANIF FANSURYA-

Ø   Sabtu, 12 maret 2016
Ø   08.00 – 13.00 WIB
Ø   Masjid Daarul Mu’allimin, SMKN 1 Cibinong

          
           “Mentoring adalah perubahan. Mengubah dari yang biasa menjadi luar biasa. Mengubah keterbatasan menjadi kemelimpahan. Barangsiapa tidak mau mengubah dirinya maka dia tidak akan menemukan kebahagiaan hidupnya” Sholikin Abu Izzudin.

“Cinta itu anugerah, merasakannya adalah fitrah, menjaganya adalah ibadah. Karena jatuh cinta adalah mubah, namun menyikapinya bisa menjadi pahala berlimpah atau malah menjatuhkan kita dalam dosa dan musibah” Bicara Cinta, Episode 5

Yuk, saling mengingatkan dan menasehati serta berlomba-lomba dalam kebaikan dengan mengikuti acara ini dan mendapatkan ilmunya disini. Acara ini cocok banget buat kalian nih kaula muda yang masa puncaknya dalam hal cinta. Untuk itulah RDM16 menyediakan acara ini untuk kita semua agar kita dapat berhijrah menjadi lebih baik dan tidak terlena dengan kenikmatan dunia. okee ana pamit dulu ditunggu kehadirannya ya


Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Move On!

Selasa, 06 Januari 2015
Posted by ROHIS - SMKN 1 CIBINONG
Move On!
(Buletin El-Marjan [Edisi. 07/Th. II)
Oleh: Agung Wibisono [@agungMSVrs]

Sahabat El-Marjan, Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan Masa Muda yang begitu indah oleh Allah, apalagi bagi kebanyakkan remaja saat ini yang selalu dilanda virus merah jambu (baca: jatuh cinta) saat masa muda. Nah virus ini sangat sering melanda remaja saat ini dan cukup bahaya loh kalo sampai kita terkena virus ini. Bahaya dimananya? Bahaya karna kita bisa masuk dalam zina loh. Wah, kalo gitu gak boleh dong jatuh cinta? Ya, boleh lah kan cinta itu fitrah manusia, manusia diciptakan untuk memiliki rasa cinta. Tapi katanya virus ini bahaya bagi remaja? Bahaya disini jika kita atau orang yang sedang dilanda virus merah jambu ini melakukan berbagai tindakkan yang melanggar perintah yang Maha Memiliki Cinta, salah satunya itu Pacaran. Pacaran sendiri itu gak ada dalam ajaran Islam loh kawan, yang ada dalam ajaran islam jika kita cinta pada seseorang itu ta’aruf lalu menikah, hehe. Kita kan masih sekolah masa mau menikah? Mendingan pacaran aja nikmati masa muda. Nah, kalau kalian mengerti apa itu rasa cinta pasti kalian tidak akan pacaran karna rugi BGT kalo pacaran, bakalan sia-sia dah kalo pacaran. Pasti kalo udah pacaran terus putus pasti galauunyaa gak kesampaian (berlebihan), bisa-bisa keluarga, teman-teman kita kena imbasnya. Karna cinta itulah yang membuat kita jatuh pada jurang kegalauan yang tingkatnya berada dipuncak gunung (tinggi). Sebenarnya cinta itu menguatkan, bukan melemahkan. Jadi kalo ada yang mengatakan bahwa kita galau karna cinta itu salah besar!. Lantas seperti apa cinta itu? Disini gak akan membahas apa itu cinta tapi bagaimana caranya jika kita galau karna diputusin pacar? Atau kita suka/kagum sama seseorang tapi kita sulit melupakannya malah terbayang-bayang terus atau ceritanya cinta tak memiliki sampai-sampai bahasa kerennya saat ini susah untuk Move On? hehe. Karna itu buletin El-Marjan akan membahasnya sesuai dengan kenyataan (sesuai dengan kisah hidup penulis, hehe) yang Alhamdulillah cara ini berhasil membuat penulis bisa Move On atau meskipun gak Move On bisa melupakan bayang-bayangnya dalam fikiran. Nah cara Move On yang simple itu jangan liat-liat, jangan bayang-bayangin, jangan denger-denger, jangan baca-baca tentangnya, jangan ngobrol-ngobrol, jangan merhatiin dia terus apalagi sampe kepo abis tentang dia!. Ini masih cara yang simple dan kalo bisa ngelakuinnya acungin jempol deh (soalnya penulis masih belum bisa, hehe) dan pasti bisa Move On dengan sukses. Selain cara yang tadi masih ada cara yang lainnya yang bisa dilakukan dan dengan cara untuk meminimalisir kegalauan tentang dia (bisa melupakannya sejenak).

Pertama, Mengingat Allah. Karena dengan mengingat Allah akan membuat kita lebih tenang dan melupakannya loh. Mengingat Allah berarti mengetahui bahwa Allah selalu bersama kita kapan-pun dan melihat apa-pun yang kita perbuat, Ingat loh Allah selalu memberi kita Kasih-Nya yang tidak terbatas. Ingatlah Allah saat kita melakukan apapun pasti akan membuat hati kita tenang. Mengingat Allah  bisa dengan cara berdzikir, tilawah al-Qur’an atau secara amal seperti puasa. Dengan mengingat Allah, Allah pasti akan mengingat kita, karena yang memberikan ketenangan pada hati setiap manusia itu hanya Dia Allah Sang Penguasa Hati. “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah...” (QS. Al-Fath[48]:4)

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati akan menjadi tentram” (QS. Al-Ra’d[13]:28).

Kedua, Ikuti majelis ilmu Agama. Mulailah dengan memahami islam dan berjuang untuk memahami tentang islam pasti akan bisa melupakan tentang si dia. Karena kita akan terfokus untuk mempelajari tentang Islam itu. Bisa dengan mengikuti Mentoring (sama seperti ngaji (cuma ini lebih keren, asyik, seru, so harus ikut mentoring biar pengetahuan tentang  islam bertambah, #AyoMentoring). “Barang siapa menempuh berjalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”  (HR. Muslim).

Ketiga, Ikut Organisasi. Dengan ikut organisasi waktu kita, fikiran kita hanya akan memikirkan tentang organisasi (gak melupakan tentang pelajaran kok), disini kita akan lebih banyak mengenal banyak orang yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Tapi lebih dianjurkan ikut organisasi yang berjuang untuk Islam (kalo di sekolah itu Rohis namanya –sedikit promosi-, hehe) karena dengan ikut organisasi Islam disekolah, kita akan disibukkan memikirkan tentang dirinya sendiri, teman-teman, lingkungannya sehingga tak ada waktu untuk memikirkan si dia, karena akan fokus dan bersemangat dengan organisasinya dalam memperjuangkan Islam (organisasinya) -soalnya penulis dulu dengan aktif berorganisasi (terutama di Rohis) jadi lebih sering disibukkan untuk memperjuangkan organisasi (Rohis) memikirkan kepentingan orang lain, jadi Alhamdulillah bisa meminimalisir fikiran tentang si dia, bahkan sampai sekarang pun masih aktif organisasi sama seperti organisasi Rohis cuma ini dilingkungan kampus, yaitu Lembaga Dakwah Kampus, sebenarnya bukan hanya memperjuangkan organisasi itu tetapi memperjuangkan Islam, memikirkan orang lain-. Karena jika bergabung dengan organisasi Islami (Rohis) akan banyak keuntungan dan dalam Rohis itu sendiri sangat percaya dengan sebuah ayat al-Qur’an yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. Muhammad[47]:7). Nah dengan ikut Rohis bisa dapat keuntungan dunia dan akhirat loh, coba aja pahami ayat tersebut, siapa sih yang gak mau ditolong dan diteguhkan kedudukkannya sama Allah? Pasti pada mau dong, so ikut Rohis atau organisasi lainnya. Yang pasti organisasi yang memberikan manfaat dan kebaikkan untuk diri kita dan orang lain. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad).

Keempat, membaca buku yang memotivasi. Membaca buku disini bisa membaca buku yang bisa membuat diri kita termotivasi untuk bangkit dari kegalauan, jangan malah baca buku yang melow, romatis itu malah membuat kita makin susah Move On atau bisa juga dengan membaca buku pelajaran, dengan membaca buku pelajaran akan membuat kita bisa menjadi orang yang berprestasi dalam bidang akademik. Jadi, remaja itu harus berprestasi akademik (baca: buletin El-Marjan edisi ke-6 tentang Remaja, Ukir Prestasimu!)

Kelima, temukan kegiatan (hobby) yang positive. Temukan sesuatu yang bisa kita banggakan di masa depan dan bisa kita jadikan amal shaleh –karna yang positif itu bisa bernilai pahala jika kita Niatkan hanya untuk Allah. Jangan sampai menyia-yiakan waktu karena waktu itu sangat berharga, so setiap ada waktu lakukan sesuatu yang positif.

Tadi itu merupakan berbagai cara untuk bisa Move On atau meminimalisirnya, cara tadi Alhamdulillah sudah dilakukan penulis dan Alhamdulillah hasilnya pun sangat berpengaruh dengan kehidupan penulis yang bisa Move On dari seseorang atau melupakan si dia, hehe.

Cara yang tadi penulis sampaikan itu selain dari kisah nyata (pengalaman) yang penulis alami juga diambil beberapa buku yang pernah penulis baca, serta dari berbagai mentor-mentor penulis serta artikel-artikel di internet. Sebelum mengakhiri tulisan ini penulis ingin menuliskan beberapa kalimat yang memotivasi dari sebuah buku karangan Ust. Felix Y Siauw yaitu Udah Putusin Aja, buku ini sangat bermanfaat bagi remaja saat ini yang sedang dilanda virus merah jambu dan masih banyak buku-buku yang lainnya.


“Belajar melupakan itu sama seperti belajar mencintai, Sama-sama membutuhkan waktu, dan sama-sama membutuhkan kesabaran”

“Bila kita harus galau, maka galaulah akan sesuatu yang lebih panjang dari sekedar dunia, yaitu tentang akhirat dan keadaan kita, tentang Allah Tuhan kita dan Muhammad  Nabi kita”

“Bila air mata harus mengalir deras, pastikan itu bukan karena makhluk-Nya, melainkan hanya untuk Ia yang Maha Memiliki Cinta di Sajadah malam karena takut takut akan Siksa-Nya”


Pantaskan Diri untuk memdapatkan yang Terbaik, Ingatlah Rencana dan Ketetapan Allah itu Maha Indah dan Terbaik untuk kita.
Wallahu'alam.

Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout & Editor: Agung Wibisono
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com 
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
Cinta Tanpa Pacaran

(Buletin El-Marjan [Edisi. 05/Th. II)
Oleh Wilda Awaliyah [@wildafillaah]


Kawan, tema kali ini tuh tentang Cinta (cinta lagi, cinta lagi, hehe). Kenapa sih cinta terus yang dibahas? Yup karena Cinta itu selalu melekat dengan remaja masa kini. Remaja masa kini selalu mengaitkan cinta dengan pacaran, padahal pacaran itu bukan budayanya remaja muslim. Pacaran itu nggak nyeni banget dilakuin remaja muslim, dan sekali haram, pacaran tetaplah haram, titik teu dikomaan (baca: titik yang nggak pake koma lagi).

Wah ngotot banget nih, Buletin El-Marjan bahas tentang pacaran. Sstt… habisnya, suka sad-sad gitu kalo lihat remaja yang pacaran, tapi sebenarnya mereka tahu hukumnya haram, padahal nih para aktivis rohis udah panas tenggorokan, pada serak ngasih tahu nggak bosan-bosannya. Selebaran pun bertebaran, mading sampe jamuran. Semua berisi dengan tulisan “Say No To Pacaran”. Begitupun di masyarakat, banyak majelis taklim remaja yang teriak-teriak bahwa pacaran itu haram. Oiya, bukan cuma itu, kekeliruan remaja memahami konsep cinta pun sering jadi alasan. Padahal nih ayat udah ngolotok banget alias udah hapal di luar kepala kayaknya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”(QS al-Israa’ [17]: 32)

Semua hal yang mendekati zina tentu itu harus kita jauhi. Nggak pakai alasan-alasan lagi.

Ta’aruf, atau pacaran terselubung?

Ada nggapan ngawur bahwa kalo remaja nggak pacaran siap-siap dibilang katro, norak, nggak laku dsb. Jadi seolah pacaran bagi remaja adalah sebuah hal yang perlu. Anak SD pun udah banyak yang pacaran. Hancur deh generasi di hadapan mata, semua sibuk dengan urusan naluri cinta namun di ekspresikan melalui jalan yang menyimpang, atau tepatnya melalui aktivitas yang namanya pacaran.

Kawan, padahal kan justru yang ngelakuin pacaran itu bisa dibilang katro, karena pacaran itu kan bukan budaya dari Islam. Islam melarang aktivitas pacaran, tapi untuk memenuhi naluri melestarikan keturunan, rasa cinta itu diberi ruang untuk mengekspresikannya melalui  pintu pernikahan. Bener Kawan: pacaran itu hubungan terlarang, sementara nikah itu ikatan yang halal. Nah, ini adalah masalah lagi nih. Bener. Kekeliruan pun kian banyak terjadi. Saat banyak yang ‘sad ar’ pacaran itu haram, tetep aja setan belum puas ganggu manusia. Maka akibatnya, setan ngasih jebakan baru, sehingga orang mencari jalan lain yang dianggap aman dan halal—menurut hawa nafsunya. Apa buktinya? Yup, jadinya ngakalin. Dalam Islam kan dikenal istilah ta’aruf, istilah inipun akhirnya diselewengkan oleh aktivis pacaran sebagai suatu hal yang mirip dengan pacaran. Padahal, keliru banget. Ta’aruf yang mereka lakuin adalah ta’aruf yang terkontaminasi dengan hawa nafsu yang dikemas dalam hubungan gelap bernama pacaran. Modus yang mengecewakan, Kawan. Padahal ta’aruf itu adalah suatu tahap yang ada dalam proses khitbah (baca: meminang—yang sudah serius ke arah pernikahan). Jadi khitbah dulu baru ada tahap ta’aruf di situ—tentu saja dengan syarat-syarat yang ketat, seperti nggak boleh berduaan meskipun udah khitbah. Kalo sudah khitbah berarti sudah siap menikah, karena khitbah itu berupa pinangan seorang lelaki kepada wanita melalui permohonan resmi kepada orang tua si wanita dengan tujuan untuk menikahinya. Nah, kalo belum siap buat nikah? Ya, itu berarti bukan ta’aruf itu mah, tapi pacaran terselubung pake kedok ta’aruf. Parah!

Jadi, plis deh kawan. Kamu yang masih ngotot bahwa dirimu sedang ta’aruf tapi nyatanya terselubung jadi pacaran, segera nyadar sebelum ajal datang. Sterilkan dari hal-hal yang akan menjerumuskan pelaku ta’aruf ke hal-hal yang hina dari mendekati zina atau malah zina yang sesungguhnya.

Remaja dan cinta

Remaja, adalah masa yang katanya “serba transisi”. Peralihan dari anak-anak jadi dewasa dengan pemikiran yang mulai berjalan secara bercabang-cabang dengan tujuan yang katanya untuk mencari jati diri. Waduh, nih lebay nulisnya ya, belibet pula kayak gini. Yup, intinya masa remaja itu juga ditandai dengan memperhatikan penampilan agar terlihat sempurna. Nggak ketinggalan, rasa-rasa sumringah berwarna pink atau yang kita kenal virus merah jambu ini pun tak dipungkiri mulai menempati posisi tersendiri dalam rona kehidupan remaja. Bener kan? Kamu ngerasain juga? Hehehe. Sama.

Perasaan cinta yang menghampiri itu emang naluri, namun tidak berarti kita bebas memuaskan naluri itu, dengan wujudkannya melalui pacaran atau dengan hal-hal yang kita inginkan menurut hawa nafsu kita yang masuk kategori mendekati zina atau malah berzina. Naudzubillah min dzalik.

Nah, dalam Islam tentu kita (seharusnya) tahu banyak tentang syariat Islam yang bisa cegah manusia dari zina. Jadi, ‘rasa cinta’ adalah fitrah, namun pemuasannya adalah pilihan. Maka, tentukanlah sekarangmau ikut aturan siapa? Nurut sama aturan Allah Ta’ala atau ikutan aturan selain Islam dengan ngelakuin pacaran? Tapi tentu ada konsekuensinya dari setiap pilihan. Milih pahala atau dosa? Sobat muda muslim, kalo boleh ngasih tips nih ya, tentu sebagai mahluk Allah Ta’ala kita tentu yakin akan adanya hari perhitungan (yaumil hisab). Daripada di akhirat sengsara karena nyoba pacaran,ya mending ikut aturan Allah yang tentu menyelamatkan. Ikut aturan Allah Swt adalah tanda kita beriman seratus persen padaNya, juga bukti cinta kita padaNya.

Kawan, aturan Allah Ta’ala sudah pasti ada hikmah dan manfaatnya. Jadi, jangan ngerasa rugi ketika kita memutuskan taat pada Allah, karena bagaimanapun kita ini manusia. Kita tidak tahu apa yang terbaik buat kita, maka jadikanlah Allah yang Mahatahu segalanya sebagai rujukan aktivitas yang kita lakukan.

Cinta Islam sampai mati

Rasa cinta memang naluri, Islam sangat tegas dan jelas menentukan aturan terhadap rasa cinta yang dimiliki manusia. Sssttt.. bukan berarti Islam mengekang manusia lho, justru ini tanda Islam peduli umatnya. Tanda Allah Ta’ala cinta hambaNya. Agar manusia nggak jatuh terjerumus pada hal-hal yang menghinakan dan juga menyengsarakan manusia. Oya, dilarang ngelakuin pacaran itu, bukan berarti kita terlarang punya cinta. Kita bisa tetep punya cinta kok. Kita bisa salurkan rasa cinta ini pada suatu hal yang benar dan baik. Tentu saja cinta yang diekspresikan sesuai tuntunan Allah Swt dan RasulNya.

Eh, ngomong-ngomong tentang subjudulnya yang ‘cinta Islam”, apa sih maksudnya? Hm m.. ini nih ada ayat dalam al-Quran yang patut kita perhatikan dan renungkan, “Katakanlah ,’Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri ke rugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan (dari) Jihad di JalanNya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.” Dan Allah tida memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(QS at-Taubah [9]: 24)

Masa remaja yang katanya enerjik dan penuh semangat, sebenarnya bisa diarahkan jadi pengemban obor perjuangan. Namun, amat disayangkan bagi remaja yang enggan berjuang untuk Islam. Ayolah, jangan sibuk ngejar cinta birahi terhadap lawan jenis yang buat kita terhina—karena cara ekspresinya nggak halal. Seharusnya kita bisa sibuk memperjuangkan Islam, sibuk mencari ilmu Islam, itulah bukti bahwa kita punya cinta, cinta pada Islam!

By the way, kalo kamu nggak pacaran pun, tenang aja soal jodoh. Jangan takut nggak dapet jodoh atau khawatir jodoh yang kita dapat bukan jodoh yang terbaik. Sebab, Allah Ta’ ala sudah tentuin jodoh kita masing-masing. Termasuk seperti apa jodoh kita kelak. Baik atau buruknya, tergantung pribadi kita juga lho. Firman Allah Swt., “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS an-Nuur [24]: 26)

So, berdoalah pada Allah agar kita diberikan jodoh terbaik. Tentunya kita pun aktif perbaiki sikap kita agar jadi pribadi yang sen antiasa bertakwa pada Allah Swt. Tetap konsisten dalam Islam, dan tentu saja tetap taat pada Allah. Salah satunya nih, dengan menahan gejolak cinta yang telah Allah berikan. Tahan dan kendalikan sampai waktunya tiba, yakni saat kita halal dengan seorang yang telah ditentukan Allah sebagai jodoh kita melalui pernikahan. Itulah bukti kita masih punya cinta.

Oke deh, keep smilehamasah buat kalian. Oya, jika cinta Allah sudah didapat, maka In sya Allah surga pun bisa kita raih. Itulah janji Allah. FirmanNya, “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shidiqien, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman sebaik-baiknya.” (QS an-Nisa[4]: 69)

Yuk, pastikan kamu tetap memiliki cinta meski tidak kamu wujudkan dalam pacaran. Stop pacaran! Taat dan takutlah hanya pada Allah Ta’ala. Insya Allah, semua akan indah pada waktunya, yakni nanti dalam pernikahan. Sekarang? Fokuslah belajar!


“Mencintai seseorang jangan sampai melupakan yang Maha memiliki cinta, yaitu Allah Azza wa Jalla  yang Maha Cinta”.    [Agung Wibisono [@agungMSVrs]


Buletin Dakwah EL-MARJAN
Penerbit: Rohis Daarul Mu’allimin - SMK Negeri 1 Cibinong
Redaksi: Departement Tarbiyah Dakwah & Humas
Layout & Editor: Agung Wibisono
Distributor: Departement Humas & DKM
Kritik & Saran: 085710389886
Blog: rohis-smkn1cibinong.blogspot.com 
Email:rohissmknsatucib@gmail.com
Twitter: @RohisDM_cbn
Welcome to RDM's Blog

sahabat rdm

@RohisDM_cbn

COPYRIGHT © 2014 ROHIS - DAARUL MU'ALLIMIN

DESIGNED BY : DEPARTEMEN HUMAS